Jujur sebenarnya saya sudah gak mau menulis tentang ini lagi di blog, tapi itu harus saya lakukan agar lebih plong rasanya. Rasanya sudah cukup 5 bulan saya dibuat down olehnya.

Sedih kalo diceritain tentang promil saya 

Saya tau dan paham banget apa yang harus saya lakukan saat program kehamilam berjalan , tapi saya lupa dengan mental yang harus saya siapkan disaat promil gagal. Disaat mental itu down,  ada kalanya disituasi yang kita gak harapkan tapi harus dijalanin. 

Abang kandung saya yang baru menikah mengumkan ke keluarga kalo istrinya positif hamil. SALAH KAH??? Jawabannya tentu “TIDAK”  , tapi mental saya yang salah . Mental saya yang tidak kuat menerima kenyataan itu, saya merasa dejavu saat itu seperti flashback 4 tahun silam saat adik saya hamil juga waktu itu. Lagi, Lagi, dan lagi semangat promil saya tahun ini harus kalah kembali dengan mental saya yang lemah.

Yupz semua nasehat dokter kandungan benar , untuk ibu promil gak boleh stress ataupun banyak pikiran. Begitupun dengan Dokter Okky, beliau selalu bilang sm saya relax aja Bu Endah relax. Tapi faktanya sulit untuk dilakukan dok.

Saat tau kakak ipar saya hamil, rasanya mental beneran dibawah. Selalu terpikir “gue yang promil mahal-mahal , kenapa kakak yang hamil” tapi inilah saya yang gak pernah mau terbuka sama keluarga untuk masalah ini. 

Hanya bisa diam dan “Terlihat Bahagia” bila sedang bersama keluarga khususnya bila ada abang saya dan istrunya. Karna sekali lagi mereka gak salah , mental sayalah yang salah. 

Hidup jadi berantakan , tidur hanya 2 sampai 4jam saja perharinya dan yang pasti sering bengong. Siklus haid jadi kacau kembali , haid deras sampai 2mingguan ditambah vitamin-vitamin promil dibuang semua. Suami saya yang sudah sangat mengenal istrinya, hanya diem saja . Semua semangat beliau berikan ke saya , tapi apa daya. Saya selalu merasa ini salah saya , menangis dalam doa menjadi satu-satunya energi positif yang saya dapatkan hingga akhirnya saya bisa menulis kembali tentang ini. 
Tulisan ini ada dengan tujuan semangat itu kembali lagi serta harapan itu selalu ada.